Pernah nggak sih, kamu beli meja atau rak, trus pas mau pindahan atau ganti tata letak ruangan, rasanya ribet banget harus bongkar semua? Apalagi kalau perabotnya berat dan susah digerakin. Gue juga pernah ngalamin, dan rasanya pengen punya furnitur yang fleksibel dan gampang diatur.
Nah, sekarang ada solusi yang nggak cuma praktis tapi juga ramah lingkungan banget. Namanya modular mycelium furniture. Ini adalah perabot yang terbuat dari jamur—tepatnya akar jamur yang disebut miselium—yang didesain dengan sistem bongkar pasang. Bayangin, furnitur yang ringan, kuat, bisa diubah-ubah bentuknya, dan kalau udah nggak dipakai, bisa balik lagi ke alam. Ini sih masa depan desain interior yang keren dan berkelanjutan!
Mycelium: Material Hidup yang Bisa ‘Tumbuh’
Miselium adalah jaringan akar jamur yang tumbuh di bawah tanah atau di dalam media tanam. Para desainer dan ilmuwan sekarang memanfaatkan sifat alami miselium yang bisa mengikat serat organik kayak serbuk gergaji, ampas tebu, atau limbah pertanian lainnya jadi material yang padat dan kuat .
Prosesnya mirip kayak bikin tempe, lho! Limbah pertanian dicampur dengan spora miselium, lalu dibiarkan ‘tumbuh’ dalam cetakan selama beberapa hari sampai membentuk gumpalan padat. Setelah itu, dipanaskan buat menghentikan pertumbuhan, dan jadilah material yang siap diolah jadi furnitur . Hasilnya, material yang ringan (bisa 70% lebih ringan dari papan MDF), kuat (kuat tekan setara papan partikel), dan 100% bisa terurai secara alami .
Yang bikin ini makin keren adalah konsep modular. Bukan cuma bahannya yang inovatif, tapi desainnya juga dibuat dengan sistem blok atau komponen yang bisa dipasang dan dibongkar sesuai kebutuhan. Jadi, kamu bisa bikin rak, meja, atau kursi dengan berbagai konfigurasi, tanpa paku atau lem yang ribet.
3 Contoh Nyata yang Lagi Hits
Biar makin kebayang, gue kasih tiga contoh nyata dari tren modular mycelium furniture yang udah diproduksi dan dipamerkan.
1. Anomalia: ‘Grown Not Built’ dari Mumbai 🇮🇳
Di Mumbai, ada studio desain bernama Anomalia yang bikin koleksi furnitur dengan nama ‘Grown Not Built’ (Tumbuh, Bukan Dibangun). Mereka bikin blok-blok modular dari miselium dan limbah pertanian yang ringan banget (cuma 1,5 kg per blok) tapi kuat—bisa nahan beban tekan sampai 1,5 ton! . Bayangin, blok sekecil itu bisa nahan beban sebesar itu. Luar biasa!
Blok-blok ini bisa dirangkai jadi meja, kursi, atau rak, dan karena bahannya ringan, kamu bisa dengan mudah mengubah tata letak furnitur kapan pun kamu mau. Dan yang lebih keren lagi, kalau suatu saat kamu bosan atau mau ganti, furnitur ini bisa terurai secara alami hanya dalam 180 hari . Nggak ada limbah yang nggak berguna!
2. Aifunghi: Furnitur Mycelium yang ‘Seksi’ 🇳🇱
Ada yang bilang furnitur ramah lingkungan itu kelihatan kaku dan membosankan. Tapi Aifunghi, brand dari Belanda, berhasil membantah stigma itu. Didirikan oleh mantan pengembang produk Moooi, mereka bikin koleksi furnitur mycelium yang cantik dan “seksi” . Mereka bahkan berhasil membuat kursi mycelium pertama di dunia yang lulus uji ketahanan untuk furnitur komersial (EN16139 Level 1), yang artinya bisa tahan dipakai berat sampai 30 tahun! . Ini bukan barang sekali pakai, tapi investasi desain jangka panjang.
Yang bikin Aifunghi beda, mereka memproduksi furniturnya dalam skala ‘semi-industri’ dengan kapasitas produksi sampai 1.200 unit per tahun . Ini berarti furnitur mycelium nggak cuma barang eksklusif buat segelintir orang, tapi mulai bisa dijangkau oleh pasar yang lebih luas.
3. Mycotech (MYCL): Kebanggaan dari Bandung 🇮🇩
Nggak kalah sama luar negeri, Indonesia juga punya pemain di bidang ini. Mycotech Lab (MYCL) dari Bandung adalah perusahaan bioteknologi yang mengolah limbah pertanian kayak serbuk kayu, ampas tebu, dan kulit jagung dengan miselium jadi berbagai produk, termasuk furnitur . Produk unggulan mereka di antaranya BioBo, yaitu papan partikel tanpa lem sintetis yang kuat dan ringan . Papan ini bisa digunakan sebagai pelapis dinding, panel interior, atau bahan dasar furnitur.
Yang bikin MYCL makin keren, mereka sudah menjalin kerja sama dengan mitra produksi di Jepang dan memproduksi material mycelium untuk berbagai aplikasi, dari fesyen sampai komponen baterai listrik! . Ini ngebuktiin kalau material dari jamur ini punya potensi yang luar biasa besar.
Common Mistakes: Hal yang Sering Salah Dipahami
- “Furnitur jamur itu pasti rapuh dan nggak tahan lama.”
Justru sebaliknya. Blok mycelium dari Anomalia bisa nahan beban 1,5 ton , dan kursi dari Aifunghi sudah lolos uji ketahanan furnitur komersial untuk 30 tahun pemakaian . Material ini ringan tapi kuat banget. - “Furnitur ini cuma cocok buat gaya rustic atau alami aja.”
Nggak juga. Desainnya bisa sangat modern dan elegan. Aifunghi berhasil bikin furnitur mycelium yang ‘seksi’ , dan Studio TOOJ bikin koleksi Duk yang tampak kayak patung kain yang dramatis . Bahannya bisa disesuaikan tekstur dan warnanya. - “Semua furnitur mycelium itu bisa terurai dengan cepat.”
Waktu terurai tergantung pada komposisi material dan kondisi lingkungan. Anomalia menyebut 180 hari , tapi ada juga yang lebih lama. Yang pasti, material ini jauh lebih ramah lingkungan daripada plastik atau busa sintetis yang butuh ratusan tahun untuk terurai. - “Bahan ini mahal dan sulit didapat.”
Memang, untuk produk desainer, harganya masih premium. Tapi dengan skala produksi yang mulai meningkat (kayak Aifunghi yang produksi 1.200 unit/tahun ) dan berkembangnya teknologi di negara kita (MYCL), harganya akan semakin terjangkau ke depannya.
Practical Tips: Menyambut Tren Ini
- Cari Tahu Brand Lokal: Mulai perhatikan produk-produk dari MYCL yang sudah mulai dipamerkan di berbagai acara . Dukung produk lokal yang inovatif dan ramah lingkungan.
- Pertimbangkan untuk Proyek Kecil: Kalau belum siap beli furnitur besar, coba mulai dari aksesori dekorasi kecil kayak lampu atau vas dari mycelium. Ada banyak pilihan yang cantik dan fungsional.
- Tanya Detail Material: Kalau tertarik beli, tanyakan ke produsen atau desainer tentang komposisi material, kekuatan, perawatan, dan cara pembuangannya. Pastikan sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang kamu anut.
- Bersiap untuk Estetika Unik: Material mycelium punya tekstur alami yang khas. Setiap produk akan punya pola yang unik . Ini bagian dari keindahan material ‘hidup’ ini.
Jadi, Modular Mycelium Furniture Ini Masa Depan?
Menurut gue, ini adalah salah satu langkah besar menuju hunian yang lebih berkelanjutan. Perpaduan antara sistem modular yang fleksibel dengan material mycelium yang tumbuh dari alam menawarkan solusi yang cerdas, estetik, dan bertanggung jawab. Ini bukan cuma soal desain, tapi soal mengubah cara kita memandang siklus hidup sebuah produk—dari “dibuat, dipakai, dibuang” menjadi “ditanam, digunakan, dikembalikan”.
Dengan inovasi dari brand global dan kebanggaan lokal kayak MYCL, kita bisa melihat bahwa modular mycelium furniture bukan sekadar tren sesaat, tapi sebuah gerakan menuju masa depan desain interior yang lebih hijau dan lebih manusiawi. 😉
Gimana, kamu tertarik buat punya furnitur dari jamur? Atau masih ragu? Share pendapatmu di kolom komentar, yuk!
